“Hari pertama lumayan kaget karena kelas sudah mulai pagi. Setelah beberapa hari malah terbiasa. Selesai kelas pun masih sering praktik bareng teman, jadi English tidak berhenti di dalam kelas saja.”
Belajar Bahasa Inggris dengan fokus speaking, lebih banyak praktik, kelas maksimal 10 peserta, English Area, serta pengalaman belajar yang seru namun tetap disiplin.
Mengetahui vocabulary dan memahami teori belum tentu membuat seseorang nyaman berkomunikasi. Karena itu, peserta di Mr Bon tidak hanya mendengarkan materi. Mereka diberi ruang untuk berbicara, mencoba, salah, dikoreksi, lalu mencoba lagi.
Praktik tidak berhenti ketika sesi kelas selesai. Melalui interaksi, diskusi, English Area, dan kegiatan bersama, peserta dibiasakan menggunakan Bahasa Inggris secara lebih alami—bukan hanya menghafalnya.
Satu sesi normal berlangsung sekitar 75 menit. Karena setiap peserta wajib mendapat kesempatan praktik, kelas dibatasi maksimal 10 peserta.
Materi yang dipelajari langsung digunakan
Kesalahan pengucapan atau penggunaan dibimbing langsung
Peserta menjelaskan kembali agar materi semakin melekat
Semakin sering digunakan, semakin terasa perubahan dan keberaniannya
Bukan soal seberapa banyak Bahasa Inggris yang kamu tahu saat datang. Yang penting adalah bagaimana kamu mulai menggunakannya.
Mentor menjelaskan fondasi, memberi contoh, lalu peserta mempraktikkan dan mempresentasikan kembali. Materinya meliputi pertanyaan dasar, keluarga, waktu, arah, alamat, lingkungan rumah hingga percakapan sehari-hari.
Dari memahami → mulai berani menggunakanPeserta mendapat topik atau problem, menyusun gagasan, memecahkan masalah, lalu mempresentasikan pendapatnya dalam English. Fokusnya bukan sekadar hafalan, tetapi kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
Dari bisa berbicara → semakin aktif berkomunikasiKedekatan peserta tumbuh secara alami dari rutinitas yang mereka jalani bersama. Dari awalnya tidak saling kenal, sampai akhirnya terasa seperti keluarga baru.

Outbound dan Fun English dikemas dalam bentuk challenge, problem solving, kompetisi kelompok, dan kerja sama. English Area tetap berjalan sehingga peserta tetap berlatih berbicara meski kegiatan berpindah ke luar kelas.
Peserta bukan hanya mengikuti kelas. Mereka menjalani rutinitas belajar, speaking, makan bersama, English Area, daily review, sampai waktu istirahat yang diatur agar kegiatan esok hari tetap maksimal.
“Hari pertama lumayan kaget karena kelas sudah mulai pagi. Setelah beberapa hari malah terbiasa. Selesai kelas pun masih sering praktik bareng teman, jadi English tidak berhenti di dalam kelas saja.”
“Yang paling terasa itu suasananya. Kami belajar, makan, istirahat, dan ngobrol bersama. Awalnya masih mikir lama kalau mau ngomong, lama-lama jadi lebih spontan karena sering dipakai.”
“Saya memang belajar untuk kebutuhan kerja, jadi saya suka bagian praktiknya. Kalau pengucapan keliru langsung dibimbing lalu dicoba lagi. Buat saya cara seperti itu lebih mudah terasa perkembangannya.”
“Awalnya takut karena basic saya hampir tidak ada. Mentor menjelaskan dari awal, lalu kami harus mencoba kembali. Karena semua orang juga belajar, rasa malunya perlahan hilang.”
“Awalnya saya pikir pengumpulan HP malam bakal merepotkan. Ternyata justru bikin waktu istirahat lebih teratur. Besok pagi lebih siap bangun Subuh dan ikut kelas pertama tanpa begadang.”
Cerita di atas dirangkum dari pola keseharian dan pengalaman yang umum terjadi selama program camp, bukan kutipan dari individu tertentu.
Kami menampilkan fasilitas camp sebagai satu kesatuan agar calon peserta dan orang tua dapat melihat area tinggal, lingkungan, kamar, dan fasilitas pendukung dengan lebih jelas.





Peserta camp berada dalam pengawasan, dan izin keluar memerlukan persetujuan orang tua/wali.
Suasana santai dan tidak kaku tetap berjalan dengan aturan. Ketepatan waktu, English Area, aturan camp, pengaturan penggunaan HP, dan konsekuensi ketika aturan dilanggar menjadi bagian dari proses belajar.
Peserta pemula mendapat masa adaptasi. Setelah English Area berjalan, peserta dibiasakan menggunakan Bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari. Peserta yang sudah punya basic dapat masuk English Area lebih cepat.
Peserta camp tidak diperkenankan keluar tanpa persetujuan orang tua/wali. Orang tua juga dapat menerima informasi perkembangan dan dokumentasi kegiatan.
Kami tidak menampilkan biaya di website agar tim dapat lebih dulu memahami kebutuhanmu dan merekomendasikan program yang sesuai.
Ingin benar-benar fokus speaking dalam waktu singkat? Program Intensive menghadirkan ritme belajar yang padat dengan pilihan 2 Minggu Camp, 1 Bulan Camp, atau 1 Bulan Non-Camp. Cocok untuk masa libur atau cuti ketika kamu ingin masuk ke lingkungan belajar yang membuat Bahasa Inggris dipakai lebih sering setiap hari.
Lihat SelengkapnyaIngin belajar rutin tanpa harus ikut camp? Program Reguler kini terbuka mulai kelas 2 SD hingga usia 45 tahun. Peserta ditempatkan berdasarkan usia dan kemampuan, sehingga anak, remaja, mahasiswa, maupun pekerja mendapat aktivitas speaking yang sesuai kebutuhannya dan bisa berkembang secara konsisten.
Lihat SelengkapnyaHari biasa tetap sekolah, kuliah, atau bekerja tetapi ingin latihan speaking yang lebih intens? Program Weekend memusatkan pembelajaran di akhir pekan dengan pilihan Full dan Flexi, sehingga kamu bisa memilih ritme belajar yang paling cocok tanpa meninggalkan aktivitas utama.
Lihat SelengkapnyaCeritakan sedikit tentang dirimu. Usia, kegiatan saat ini, dan kemampuan awal akan membantu tim Mr Bon mengarahkan program yang paling sesuai.
Program rombongan yang menggabungkan speaking activities, Fun English, teamwork, dan suasana belajar sambil menikmati wisata Pantai Tanjung Bira, Bulukumba.
Tanyakan Program RombonganPeserta datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Sulawesi. Sejumlah alumni yang sebelumnya belajar untuk kebutuhan dunia kerja kini telah bekerja di kapal pesiar dan kapal internasional lainnya. Mr Bon juga pernah dipercaya menyelenggarakan English Camp singkat di beberapa sekolah.





Dengarkan langsung pengalaman peserta dan orang tua yang sudah menjalani proses belajar bersama Mr Bon.
Bisa. Untuk peserta tanpa basic, pembelajaran dimulai dari materi dasar lalu langsung diarahkan ke praktik dan presentasi sederhana agar materi tidak hanya dihafal.
Fokus utama kami adalah speaking. Grammar tetap digunakan sebagai pendukung, tetapi kami tidak ingin peserta terlalu takut salah sampai akhirnya tidak berani berbicara.
Karena dalam sesi sekitar 75 menit setiap peserta harus mendapatkan kesempatan untuk berbicara. Jika jumlah terlalu banyak, waktu praktik individual akan berkurang.
Peserta yang memiliki basic dapat melalui interview awal. Pembagian kelas mempertimbangkan kemampuan peserta dan kebutuhan belajarnya. Peserta dari nol mendapatkan materi yang dimulai dari dasar.
Untuk peserta dari nol biasanya setelah masa adaptasi, sekitar minggu kedua. Peserta yang sudah memiliki basic dapat mulai lebih cepat, misalnya sekitar hari ketiga, sesuai kesiapan kelas.
Keduanya menjalani pembelajaran intensif. Peserta Camp menginap dan hidup dalam lingkungan program, sedangkan peserta Non-Camp datang sebelum sesi pagi dan tetap berada di area belajar sampai pertemuan terakhir selesai.
Tidak. Peserta camp tidak diperkenankan keluar dari lokasi tanpa persetujuan langsung dari orang tua/wali.
Agar waktu istirahat lebih terjaga, peserta tidak begadang atau mengganggu teman, dan bisa bangun tepat waktu untuk kegiatan pagi. Ada mekanisme learning challenge tertentu untuk tambahan waktu penggunaan HP.
Ya. Orang tua dapat menerima informasi perkembangan serta dokumentasi foto/video kegiatan. Untuk program Reguler, grup orang tua juga digunakan untuk pengingat jadwal dan informasi kepulangan.
Ada. Fun English dan outbound menjadi bagian dari pengalaman belajar melalui games, teamwork, problem solving, kompetisi kelompok dan speaking challenge. English Area tetap berlaku.
Ada. Mr Bon dapat menyelenggarakan English Camp untuk rombongan, termasuk pengalaman khusus di Bira, Bulukumba, berdasarkan kebutuhan dan jadwal yang disepakati.
Isi form singkat di bawah. Tim Mr Bon akan melihat usia, aktivitas saat ini, dan kemampuan awal untuk membantu merekomendasikan program.
Bahasa Inggris bukan bahasa pertama kita. Salah ketika belajar itu wajar. Jangan menunggu pronunciation atau grammar sempurna baru berani bicara.